Budidaya Belut dan Cacing Lampung

welcome to our blog

PELATIHAN BUDIDAYA BELUT DAN CACING

Jika anda ingin mengetahui cara-cara atau teknik penanganan belut dan cacing, pembenihan, dan pembesaran serta hal-hal lain mengenai budidaya belut dan cacing. Kami telah membuka pelatihan budidaya belut dan cacing di wilayah Lampung, tepatnya di Kota Metro.

Jika berminat, Silahkan hubungi 087898988145 | 082182653431 atau klik Disini

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Diantara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan ada dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya cacing dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis Caing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)

    Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah cacing tanah yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Cacing ini adalah salah satu jenis cacing yang termasuk dalam kelompok cacing epigeic. Kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk diternak ,selain itu perkembangbiakannya sangat cepat dibanding dengan jenis cacing lain.

    Limbah kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apa bila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah lama atau sudah menghitam. Lalu kita berikan pakan dari ampas tahu atau ampas aren, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur.

    Setelah terlihat telurnya matang atau terlihat kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya, induknya kita simpan kemedia yang baru dan telor yang berada dimedia tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telor tersebut akan menetas setelah menetas baru kita kasih pakan secara rutin, dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur seperti induknya.

    Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian dia akan bertelur lagi. Terus begitu, bila pakannya bagus induk cacing tersebut setiap dua atau tiga minggu sekali ia akan bertelur. Dalam dua bulan dia akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing, bahkan bisa saja lebih karena setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.

    Cacing tanah menyimpan banyak khasiat. Kenyataannya, banyak orang yang mengonsumsinya untuk menyembuhkan beberapa penyakit, tanpa efek samping.

    Menurut para ahli cacing Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau ikan (50%).

    Beberapa penelitian telah membuktikan adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thyp

    Dari berbagai sumber para ahli dan pakar cacing mengatakan bahwa banyak sekali manfaat dan khasiat dari cacing tanah ini. Diantaranya untuk :
    • Sembuhkan Typus
    • Menurunkan kadar kolesterol
    • Meningkatkan daya tahan tubuh
    • Menurunkan tekanan darah tinggi
    • Meningkatkan nafsu makan
    • Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag
    • Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti: batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC
    • Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik
    • Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
    • Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi. 
  • Ada kecenderungan, selama ini petani hanya bergantung pada pupuk anorganik atau pupuk kimia untuk mendukung usahataninya. Ketergantungan ini disebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan karakteristik pupuk anorganik, antara lain kandungan unsur hara yang relatif tinggi dan penggunaan yang relatif praktis, meskipun sebenarnya petani menyadari harga pupuk anorganik lebih mahal. Kondisi ini semakin terasa dengan semakin naiknya harga sarana produksi pertanian, terutama pupuk organik. Namun proses pengomposan
    secara alami untuk mendapatkan pupuk organik memerlukan waktu yang cukup lama dan dianggap kurang dapat mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat. Untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan pupuk organik kini ditemukan beberapa aktivator yang  dapat mempercepat proses  pengomposan sehingga kontinuitas produksi pupuk organik lebih terjamin.

    Kompos cacing tanah atau terkenal dengan Kascing yaitu proses pengomposan juga dapat melibatkan organisme makro seperti cacing tanah. Kerjasama antara cacing tanah dengan mikro organisme memberi dampak proses penguraian yang berjalan dengan baik. Walaupun sebagian besar proses penguraian dilakukan mikroorganisme, tetapi kehadiran cacing tanah dapat membantu proses tersebut karena bahan-bahan  yang akan diurai oleh mikroorganisme telah diurai lebih dahulu oleh cacing. Dengan  demikian, kerja mikroorganisme lebih efektif dan lebih cepat.

    Hasil dari proses vermikomposting ini berupa Kascing. Ada juga orang mengatakan bahwa Kascing merupakan kotoran cacing yang dapat berguna untuk pupuk. Kascing ini mengandung partikel-partikel kecil dari bahan organik yang dimakan cacing dan  kemudian dikeluarkan  lagi. Kandungan Kascing tergantung pada bahan organik dan jenis cacingnya. Namun umumnya Kascing mengandung unsur hara yang dibutuhkan  tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, vitamin. Karena mengandung unsur hara yang lengkap, apalagi nilai C/N nya kurang dari 20 maka Kascing dapat digunakan sebagai pupuk.

    Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan
  • Pada minggu awal di bulan november, kami kedatangan peserta pelatihan yang berasal dari Malaysia. Mereka berjumlah dua orang yang ingin tahu cara budidaya belut dan cacing yang baik, benar dan sesuai dengan prosedur berbudidaya.
    Antusiasme merekapun begitu luar biasa, pasalnya mereka datang jauh-jauh karena niat yang matang bukan sekedar datang, duduk dan diam semata. Mereka aktif bertanya mengenai permasahan-permasalahan yang sering terjadi dalam berbudidaya belut dan cacing, lalu mengenai bisnisnya pun ikut ditanyakan seperti penjualan, dsb.
    Kami yakin orang-orang yang seperti itu akan memperoleh hasil yang sangat mengembirakan karena dilakukan dengan niat yang tulus untuk menjadi seorang wirausahawan.
    Semoga saja hal itu dapat menjadi rujukan dan contoh untuk kita semua.
  • Belut Lampung Diliput Radar Metro

    BELUTLAMPUNG.COM, METRO -- Pada hari selasa tanggal 23 September 2014 kemarin, CV.Sumber Rezeki diliput oleh media lokal yakni Radar Metro. Didalam liputan tersebut terdapat beberapa target berkepanjangan yang dilakukan oleh CV. Sumber Rezeki diantaranya untuk menghindari kepunahan dari eksploitasi belut yang makin lama makin bertambah dan juga secara tidak langsung menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan budidaya belut.

    Disamping itu, CV. Sumber Rezeki  juga membentuk Kelompok Budidaya Ikan Belut Lestari atau yang lebih dikenal dengan sebutan POKDAKAN Belut Lestari yang gunannya adalah sebagai tempat untuk saling sharing mengenai teknis berbudidaya belut yang baik dan benar.

    Menurut hasil kutipan yang telah kami rangkum dari Radar Metro, bahwa potensi penjualan belut pun sangat luar biasa, mulai dari pasar lokal sampai pasar ekspor. Didalam liputan tersebut juga terdapat ajakan untuk bersama-sama melakukan budidaya belut dengan mengikuti pelatihan yang telah dijadwalkan setiap bulannya di CV. Sumber Rezeki.
  • Budidaya Belut Lampung

    BELUTLAMPUNG.COM, METRO -- Belut itu licin, mengerikan dan sama seperti ular. Itulah beberapa pendapat orang yang sama sekali belum pernah mencoba dan merasakan nikmatnya makan ikan yang terkenal licin itu. Mereka berpendapat bahwa ikan yang satu ini menjijikkan dan lain sebagainya karena mereka belum tahu apa manfaat dan kandungan nutrisi yang ada pada belut.

    Lalu, seberapa pentingkah mengkonsumsi belut itu?

    Dari beberapa sumber yang telah dirangkum, ternyata kandungan gizi belut yang bentuknya mengerikan itu sangat baik, bahkan lebih baik dari daging sapi, ikan mas dan juga telur. Ini merupakan sebuah fakta ilmiah yang bisa menjadi referensi buat kita untuk lebih mengenal belut karena gizinya, bukan karena licinnya.

    Budidaya Belut Lampung

    Sudah banyak yang membuktikan bahwa belut itu memang sangat baik buat manusia, terlebih lagi untuk anak-anak yang tergolong masih kecil yang sangat memerlukan tambahan gizi lebih guna meningkatkan kesehatan dan kualitas pemikiran cerdas yang dihasilkan oleh anak tersebut.

    Seperti pada artikel "WOW! Sejak Kecil Makan Belut, Fitriah Juara UN SMP Se-Sulsel 2014", yang menceritakan tentang seorang anak SMP yang juara UN karena sejak kecil mengkonsumsi belut dan banyak lagi kisah-kisah lainnya.

    Jadi menurut anda, apakah mengkonsumsi belut itu penting?

Comments

The Visitors says
close
Pelatihan Budidaya Belut dan Cacing